Sabtu, 22 Maret 2014

Where were you? (Cerpen)

       I was in junior high school. At the first time I came to my new school, I felt so happy. There were many friends. Time by time we’ve known each other and having friendship.
At the moment we have finished our lessons on grade 7 th, and so we’re grade 8 that day. There’s a new student in our classroom, he was a boy. Yeah a handsome boy!!. He’s really a cool boy but not clever very much. He was good on football.
       Formerly I was a shy girl, really shy girl!. I just wanna talk with girl and no boy. But I was a clever student especially in English. I got the first ranking on first and second semester of grade 7 th in our school. I never thought about love before, it’s because I always tried to focus on the lesson very much. But now I felt that there’s something happened in my heart. There were many questions running up in my mind every time.
       Everyday I looked at him, The new student!. I respected to him, time by time I felt that I fell in love with him. I thought about him before I went to sleep and every time. When I looked and met him, I always felt that my heart beat faster than usually. Yeah right! He is my first love. I never felt like that before. But I didn’t tell anyone about it included all of my friends. I thought they wouldn’t know that I loved a new student.
       At one day, I and my friend talked seriously. She told me who boy that she loved and she asked me to do the same. We made an agreement so that do not told anyone about this, and okay! we’ll promise. Tomorrow, She was talking with other friend and revealed my love secret not intentionally. Firstly I was a bit angry but i tried to forgive her.
       I didn’t know what happen. One of his friend always told me what Mr.Boy said. I thought he loved me too. He’s asking all around about me. He asked for my phone number, hair style, username of social media and the others about me. When hearing that, I fell so glad. He sent me messages. Firstly I tried not to reply her message but at last I replied his message. After that, we’re often message each other. We talked about everything and knew more each other. Yeah I’m really happy.
       Long time have been already over with all memorable moment although without love word until one day at our classroom, when he went classroom out, he talked loudly 
“I didn’t love her”

But anyone didn’t know what means that he said. Only my close friend heard what he talked. But when he said that, i didn’t hear clearly. Then my friend told me about his saying. I fell be so shy and sad. He has given me love sign, but actually those’re only false. I hate him, i hate him very much! Arrgh!.. Fine, I tried hardly to forget him.
       Long time already taken and now I didn’t love him again. We had my life usally without different and nothing special. But I fell alright, I enjoyed this moment with all of my friends. Suddenly when we’re on grade 9 th, a lot of pupil in our classroom were in tumult because one gossip especially me. Yeah! The gossip was talked about his feeling. His friend came back to said to everyone that he loved me. Haha! I just laughed and thought that was a false again. I didn’t care it much.
       All of his doing in class always made our friends mocked me and him that we’re in love, I fell an usual. But one day, he sent messages to my close friend, he told the fact that the gossip it’s true not just like gossip. My friend told what he said to me, erm I still didn’t care it. At a moment we had a task to sing. All of us were waiting our turn. When my turn were coming, I go to forwad the class and sang a song that it was bore a meaning like my feeling now. Next! Next. And when his turn were coming, he sang a song like were expressing his feeling that he loved me. All of my friends cheered to me. Haha!.
       That day, after I went home from school, I got an message and it was proved from him. Yeah I read it and the content he said he loved me. Aww aww, I just laughed alone. So I replied his message, I refused his love request. I thought it’s worth to him, to man who hurt the girl! Where were u past? And now you’re back, what did u want?. I’m sorry couldn’t be yours. But I would remember this story forever, it’s a memorable.

Kuis Radio Sialan

Pada tanggal 25 Desember 2012, gue ngikuti kuis yang bertema memperingati tahun baru 2013 di salah satu stasiun radio di Semarang. Gue ga terlalu yakin kalau gue bakal menangin kuis itu. Tapi, pada malam tanggal 6 Januari 2013 ketika gue lagi belajar di rumah, handphone gue berdering, bertanda ada telepon masuk. Gue segera jawab telepon tersebut. Sungguh ga terduga, gue memenangkan kuis pada beberapa hari yang lalu. Salah satu penyiar di radio tersebut menyuruh gue untuk ngambil hadiah di stasiun radio tersebut.

Di pagi harinya, gue menceritakan berita bahagia gue tersebut pada salah satu sahabat gue yang namanya Fiani Rosyadan. Ketika gue lagi cerita di luar kelas pada Fifi, seorang teman gue bernama Haidy datangi gue dengan muka terheran-heran. Dia tanya ke gue, “Apa gue yang ditelpon sama salah seorang penyiar radio PramborsFM tadi malam?”. Tentu saja gue jawab, “Mmm.. Iya”. Ternyata Haidy, ga sengaja dengar obrolan gue sama seorang penyiar radio tadi malam yang di rekam secara langsung oleh stasiun radio tersebut. Gue kira teman-teman gue ga ada yang dengerin, tapi ternyata salah satu teman gue dengar.

Setelah bel sekolah berbunyi yang artinya waktunya untuk pulang, gue bergegas mengajak teman-teman gue untuk nemani gue untuk ngambil hadiah di stasiun radio Prambors. Teman-teman gue yang ikut diantaranya : Karel, Febrian, Sinta, Ega, Gelly, Habib, dan Fifi. Ketika kami sampai di stasiun radio tersebut, gue dan Fifi masuk ke stasiun radio, sedangkan sisanya hanya ingin nunggu diluar. Ketika kami berdua masuk, lalu kami lihat seorang satpam dan seorang pegawai wanita di dalam stasiun radio tersebut. Gue mengatakan pada seorang pegawai wanita tersebut kalau gue mau ngambil hadiah dari kuis yang gue menangin. Alangkah sedihnya setelah pegawai tersebut jelasin kalau stasiun radio tersebut sedang ga on-air dan cuma on-air pada hari Senin sampai Jumat. Gue baru sadar kalau hari itu adalah hari Sabtu. Gue dan Fifi pun keluar dari stasiun radio tersebut dengan sedih. Kami berdua pun lalu menceritakan pada teman-teman yang udah nunggu lama di luar. Sinta pun ngajak kami semua untuk ngurangi kesedihan kami dengan nyari warung untuk makan. Beruntung, tidak jauh dari stasiun radio tersebut ada beberapa taman yang di tengah-tengah taman ada sebuah pohon beringin besar yang di sekelilingnya banyak warung. Kami pun segera nyari tempat yang nyaman untuk makan bersama-sama. Sebelum kami pesan makanan, kami ngumpulin uang kami per orang. Setelah cukup banyak uang yang terkumpulkan, kami pun pesan beberapa macam makanan diantaranya : dua piring nasi gimbal, sepiring nasi goreng, dua piring rujak, dan semangkuk sup buah yang ada duriannya. Setelah kami habisin semua makanan yang kami pesan bersama dan makan bersama-sama, kami pun berencana untuk pulang.

Beberapa hari setelah gagal untuk ngambil hadiah, gue berencana untuk ngambilnya lagi. Gue ngajak teman-teman yang sebelumnya ikut, tetapi tidak semuanya ikut, hanya beberapa anak diantaranya : Fifi, Karel, Febrian, dan Habib. Setelah pulang sekolah kami pun segera bergegas untuk pergi ke stasiun radio PramborsFM. Kami pergi dengan bersemangat dan yakin bahwa kegagalan untuk ngambil hadiah sebelumnya tidak akan terulang lagi. Akan tetapi, nasib buruk menimpa kami lagi. Kali ini kami tidak salah milih harinya tetapi, pegawai wanita sebelumnya mengatakan bahwa jika akan ngambil hadiah harus bawa persyaratannya, yaitu Kartu Pelajar. Gue ga tahu bahwa untuk ngambil hadiahnya harus bawa persyaratan yang ditentukan karena gue ga diberi tahu oleh penyiar radio yang nelpon gue. Gue pun gagal lagi untuk ngambil hadiah kuis gue. Gue bersama teman-teman gue yang telah nemeni gue pun pulang dengan sedih untuk kedua kalinya.

Seminggu kemudian setelah gagal untuk ngambil hadiah kuis kedua kalinya, Fifi ngajak gue untuk ngambil hadiah kuis gue lagi. Gue pun sedikit bersemangat karena gue sadar kalau gue udah gagal dua kali untuk ngambil. Fifi pun ngajak Karel dan Febrian untuk nemani gue ngambil hadiah kuis. Ketika kami sampai, pegawai wanita sebelumnya pun mengatakan bahwa harus bawa Kartu Keluarga. Gue pun bergegas pulang bersama teman-teman dengan wajah sedih. Sebelum kami pulang, perut kami keroncongan (artinya = lapar). Kami ngumpulin uang yang kami punya, tetapi tidak cukup untuk beli makanan. Ketika kami sedang berjalan pulang, Febrian nunjuk ke salah satu tanaman di sebuah rumah berpagar pendek. Ia mengatakan bahwa daun tanaman tersebut bisa dimakan. Kami pun makan daun tanaman tersebut. Ketika kami sedang makan, Febrian nunjuk ke salah satu tanaman di sebelah tanaman yang kami makan. Ia mengatakan lagi bahwa daun tanaman tersebut bisa dimakan. Ketika kami sudah merasa kenyang makan daun-daun dari tanaman-tanaman yang ditunjuk Febrian, kami pun berencana untuk pulang. Ketika baru beberapa langkah dari rumah berpagar tadi, kami melihat penjual makanan keliling. Kami pun segera menghampiri dan membeli makanan. Sebagian besar dari kami membeli buah-buahan karena itulah yang paling murah, menyehatkan, dan cukup mengenyangkan. Ketika membayar, masing-masing dari kami hanya mengeluarkan uang sebesar 1500an padahal masing-masing membeli makanan yang cukup banyak. Setelah kami selesai menghabiskan makanan, kami pun pulang dengan kekenyangan.

Sesampai dirumah, beberapa saat kemudian, perut gue sangat sakit. Setelah gue menceritakan ke mama gue kalau perutku sakit, ternyata gue sakit perut karena gue makan daun-daun tanaman sembarangan yang seharusnya tidak dimakan. Uhhh.. Sebal.. Awal tahun 2013 ini, gue sudah mengalami kesialan, diantaranya : gue gagal untuk ngambil hadiah kuis dan sekarang gue menyerah, dan gue sakit perut karena makan daun dari tanaman-tanaman yang seharusnya tidak dimakan.

Senin, 11 November 2013

Tuna Asmara (Kerajaan Connect)

       Setelah lulus di kelas 7 (naik kelas gitu), gue ngelanjutin kegiatan menuntut ilmu di kelas 8 B. Awalnya gue merasa biasa aja kenalan sama temen-temen baru gue. Setelah lebih akrab, gue ngerasa betah banget di kelas. Sejak gue masuk di kelas 8, gue merasa aneh sama temen gue yang namanya Karel sama Febrian. Gue merasa aneh karena mereka sering main berduaan, ngobrol berduaan, ya intinya berdua terus gitu. Awalnya gue kira mereka itu saling suka, tapi ternyata mereka itu sahabatan. Tapi persahabatan diantara mereka itu apa nggak melebihi batas gitu? :-o Emang gue pikirin. Waktu masih baru kenalan sama temen sekelas ternyata semuanya alim-alim gitu ^_^. Setelah beberapa bulan kemudian, alim-alim itu memudar karna ulah si Febrian, Karel, dkk yang connect-kan. Yang gue maksud connect-kan itu adalah berpikiran yang jorok gitu dan ternyata connect-kan itu seperti virus yang menular (ambigu) -_-

       Sebelum UAS Ganjil, semua temen-temen gue udah terjangkit virus connect-kan gitu. Beberapa murid yang terkenal kealimannya pun juga kena dampaknya, dan gue salah satunya yang kena dampaknya. Puncaknya virus itu waktu ada film Breaking Down yang baru dirilis. Ga butuh waktu yang lama untuk dapetin file film itu, cuma beberapa hari nunggu file film itu udh ada trus langsung diputer di kelas deh -_-. Karna di kelas udah ada komputer, LCD, proyektor, AC, dan pengharum ruangan, jadi si Dey (yg termasuk kena dampak virus) langsung puterin di kelas dengan semangatnya. Beruntung, virus itu mulai pergi setelah nonton film itu karna ada penyebabnya(ga gue sebutin disini).

       Paling parahnya virus itu pernah ngerusak keimanan satu kelas, waktu ulangan agama. Gimana nggak dibilang parah, paling parah malahan. Waktu itu ada ulangan agama babnya tentang iman, hasil ulangannya itu .......................................... GAK ADA YANG TUNTAS, kecuali SATU ORANG, dan itu PAS KKM (80). Keren kaaaannnnn -_- . Saking kacaunya kelas itu, Kepala Sekolah pun sampai memberi nama GONDES. Gue ga tau artinya itu apa (sampai sekarang) -_- . Lalu, si Dey dkk menyusun nama yang tepat untuk kelas 8 B. Dan hasilnya "Gondes 15".

       Di akhir semester genap, para anggota "Gondes 15" baru saja mengetahui bahwa anggota "Gondes 15" itu Jomblo semua. Pantas aja, namanya "Tuna Asmara", kalau ada yg salah satu ada yang sedih karna ditolak calon pacarnya pasti satu kelas sedih. Kalau salah satu rame, yang lainnya juga rame. Kalau guru ada yang mengungkitkan hal-hal kecil yang ga ada hubungannya dengan jorok, pasti satu kelas connect. -_-

       Di akhir kisah, "Gondes 15" terpecah. Hal ini disebabkan karna ada rolling untuk kelas 9 nanti. Uhhh.... Sedih rasanya :'( Ga terasa setahun berlalu begitu cepatnya :'(

Rabu, 09 Oktober 2013

I won't remember it!

       Semenjak gue merasa jauh dan gue lebih milih jarang kontak, bisa dibilang hampir jarang banget kontak gue merasa bebas. Ya BEBAS!!! Entah gue merasa bebas karena apa :-@ Sebelumnya, gue merasa tertekan selama 2 tahun karna gue ga bisa ngatur waktu. Berawal dari pingin punya pacar sampai udah punya pacar gue jadi ga fokus belajar dan itu berlangsung sekitar 2 tahunan. Hmmm.. Setidaknya gue udah mulai bisa manfaatin waktu.

       Selama gue jarang kontak dia. Gue sering manfaatin waktu luang gue untuk main dan bercanda sama teman dekat gue. Kadang bercandanya sampai kelewatan gitu, But who one cares? yang penting gue ga terlalu stress karena mikirin dia. Ketika gue stress berat karena gue mengalami tekanan mental yang benar-benar buat gue tertekan, yang bantu gue bangkit lagi dan yang selalu ada saat gue butuh seseorang cuma teman dekat gue (Karel, Fiani, Febrian, Ega, Gelly, Habib, dan yang lainnya). Gue bersyukur banget punya teman dekat seperti mereka. Gue ga tahu sebelumnya kalo Tuhan ngirim orang pilihan-Nya untuk semangati gue ketika gue drop soalnya pada awalnya, gue anggap mereka teman aja. Who knows Gods plan?

       Disaat gue udah betah sama teman dekat gue (lebih dari teman dekat tetapi sahabat), tiba-tiba dia datang. Dia yang gue maksud adalah seseorang yang pernah jadi bagian hidup gue. Gue merasa agak aneh ketika gue kontakan sama dia lagi, gue jadi orang yang sensitif sama siapa pun. Jelas, gue belum pernah merasakan hati gue disakiti sama orang yang bukan saudara gue. Gue tahu kalau kejadian yang gue alami belum pernah dialami sama cewek lain. Seiring dengan waktu, gue udah mulai maafi , sabar dan ikhlasin semua kejadian yang pernah gue alami karena dia.

       Seiring dengan waktu pula gue dekat lagi dengan dia. Gue merasa canggung ketika gue disampingnya, seperti awal gue kenal sama dia. Walaupun gue lagi disampingnya waktu itu, di dalam hati gue gue merasa lebih sakit dari sebelumnya. Gue tahu perasaan gue sebenarnya lebih sakit dari sebelumnya, tapi perasaan lain yang gue rasakan ternyata bukan cuma itu, gue nyaman di dekatnya. Jreng..Jreng.. Gue jadi bimbang, gue harus memilih dari dua pilihan yang ada : pertama, gue akan jauhi dia karena diri gue yang akan lebih tersiksa kalau gue ada di sampingnya terus atau kedua, gue akan dekat dan disampingnya demi rasa nyaman gue yang ada di dekatnya walaupun sebenarnya diri gue tersiksa.

       Entah kenapa, gue malah milih pilihan yang kedua :-@. Jadi, gue dekat lagi sama dia. Setelah gue lebih dekat lagi, akhirnya gue dan dia jadi akrab seperti dulu ya walaupun rasanya aneh karena sebelumnya gue sama dia kan pernah jarang kontak. Lama-kelamaan gue dan dia kembali jadi satu lagi. Suatu waktu ketika gue ketemu dia, dia kelihatan seperti menyesal karena akrab lagi dengan gue. Hal ini dia tunjukkan waktu dia bilang "Are we fit? Irony" . Gue merasa menyesal, tetapi gue ga ungkapin rasa itu ke dia. Ya tentu saja gue merasa diejek, bagaimana tidak? Gue salah memilih pilihan yang seharusnya gue pilihan pertama.

       Walaupun begitu, gue tetap sabar. Gue tahu kalau gue ga sepintar dia, ga segenius dia, ga bisa mikir secara logika tetapi dia lebih ga mikir, kenapa coba? Karena sikap cewek itu lebih ditentukan oleh hormon dan tentu saja, hormon itu yang membuat cewek lebih memilih lewat perasaan daripada logika! Tapi gue sebenarnya juga yang salah soalnya, kenapa gue ga milih pilihan pertama dari awal?!!

       Gue ga tahu apa penyebabnya setiap gue dekat atau kontak sama dia gue bisa nyaman, bisa maafi dia secepat itu dan gue selalu tulus dan ikhlas sama dia :-@
Apa ini yang namanya cinta? Kalau Cinta, emang Cinta itu disimbolkan dengan selingkuh. Maksudku, aku ada untuk dia tapi dia selalu ada untuk orang lain. Terus.. Cinta itu apa sih? Cinta itu siapa sih? Gue harus peduli sama cinta gitu? Emang cinta bisa buat nem jadi 40,00? -_-

#Gue ga peduli

Sabtu, 31 Agustus 2013

VII E ( We are naughty, freak, and crazy )


Berawal dari kelas VII yang isinya anak-anak 4L@Y dan aneh (sebenarnya cuma gue aja yang aneh -_- )
Ahh.. Yang penting kan kami kompak :-P